Berita Umum

Sebuah kata untuk ayah

“Kaulah nafasku dan engkaulah ayahku. Semoga sehat ayah dan aku akan selalu mengingat nasihatmu.”

                             Muhammad Khoiron Muhlis

“Sesingkat apapun kisahnya, melupakan ayah bukanlah hal yang mudah.”

Najwa Auliya

“Ayah engkaulah nafasku dan aku mengingatmu selalu.”

Ariqah Muhlis

“Jika waktu bisa diulang, aku ingin menghabiskan seluruh waktuku bersama ayah. Maafkan sifat-sifatku dulu yang membuat ayah kecewa. Jujur aku tidak mau kehilangan ayah seperti saat ini. Ayah aku kangen ayah.”

Mutmainnatul Munawaroh

“Ayah maafkan anakmu yang selalu tidak mensyukuri semua hasil kerja kerasmu. Engkaulah yang merawatku dari aku kecil hingga dewasa. Aku harap engkau selalu bersamaku hingga aku sukses suatu saat nanti. Terima kasih telah menjadi orang yang menyayangiku dengan tulus. Aku kini hanya bisa menyampaikan sebuah isi hatiku ini, untuk ayah. Terima kasih pahlawanku.”

Alfinsya Septiana Intan Sari

“Aku siap menghadapi masalah sehebat apapun, asalkan bukan kehilangan ayah.”

Seivy Rahmawan

“Engkaulah pahlawanku dan engkau ayahku. Meskipun lelah ayah tetap pahlawan terbaikku.”

Muhammad Faris Robin

“Tidak ada ketulusan sama sepertimu, ayah. Terima kasih atas ketulusan yang telah engkau berikan.”

Lin Asyiqah Nafsani

“Ayah, engkau tak pernah merasa lelah. Engkau selalu berusaha untuk membahagiakanku. Terima kasih atas semua pengorbananmu. Aku akan berusaha membalas pengorbananmu dengan cara meraih keinginanmu.”

Qonitatul Maghfiroh

“Terima kasih ayah, karena engkau selalu menasihatiku dan selalu memberi yang terbaik kepada semua anak-anakmu. Ayah anakmu ini ingin sekali membahagiakan ayah. Seperti ayah membahagiakanku pada masa kecilku. Semoga ayah selalu sehat.”

Devi Aprilia Putri

“Ayah, terima kasih karena ayah sudah mau menjadi pahlawan dalam hidup Iftah. Ayah tahu gak? Ayah adalah laki-laki dalam hidupku yang paling hebat. Laki-laki yang paling perfect. Maaf selama ini belum bisa membahagiakan ayah. Nanti suatu saat Iftah yang akan meneruskan cita-citamu menjadi hafidz qur’an.”

Iftah Qolby Futuhal Arifin Amin

“Teruntuk ayah yang saat ini aku rindukan. Terima kasih telah mendidikku dan merawatku hingga tumbuh besar seperti saat ini. Mungkin aku dulu tidak menuruti apa kata ayah, buatku ayah adalah orang terhebat yang pernah aku temukan.”

Fania Oktavira Ashifa

“Ayah, engkau adalah pahlawanku dari aku kecil. Menemaniku saat aku bermain. Jika aku menangis, ayah selalu ada disampingku. Maafkan aku jika aku ada salah. Ayah terima kasih telah merawatku dari aku kecil sampai aku besar. Ayah semoga sehat selalu.”

Revi Saskia Maulidina

“Ayah, engkau adalah pahlawanku yang selalu menemaniku saat aku kecil. Meski aku sering berbuat salah. Tapi engkau tetap sabar. Maafkan anakmu ini yah, karena selalu membuatmu tidak nyaman. Maaf aku tidak bisa membahagiakan ayah. Aku berjanji aku akan menyayangimu. Sehat selalu ayah hingga aku sukses suatu saat nanti.”

Sofrina Indana Zulfa

“Ayah tak pernah mengeluh, meskipun ayah tidak ada. Aku sangat berharap bertemu denganmu kembali ayah.”

Muhammad Rifki Wahyudi

“Ayah terima kasih ayah telah memberikan apa saja yang anakmu pinta.”

Ahmad Jibril Al-Firdauz

“Ayah jujur aku tidak bisa melupakanmu. Terima kasih atas pengorbananmu.”

Al-Fayyadh Neil Nabhan

“Ayah aku tak bisa apa-apa tanpamu. Ayah engkaulah orang yang terbaik bagiku. Ayah engkaulah yang merawatku sampai besar. Ayah semoga engkau sehat dan panjang umur.”

Muhammad Fahri Wahyudi

“Aku hanya anakmu yang tidak bisa apa-apa tanpa kau. Terima kasih ayah.”

Isyraf Rizqullah Afroza

“Ayah, kau adalah pahlawan bagiku. Aku akan selalu mengingat jasamu. Yang telah ayah berikan padaku.”

Muhammad Zidan Latif

“Meski rasa lelah menyelimutimu. Engkau tetap menafkahi anak-anakmu. Terima kasih ayah.”

Ilham Alaikal Maghrobi

“Terima kasih untuk semuanya ayah, engkau telah mengabulkan permintaan dari anak-anakmu ini. Walau lelah menyertaimu, tapi engkau pantang menyerah untuk menafkahi anak-anakmu ini.”

Muhammad Zakwan Akbar

“Ayah engkaulah pendamping hidupku, takkan kulupakan pengorbananmu. Akan aku doakan agar engkau sehat selalu.”

Ahmad Roihan Sanusi