KH. Achmad Muhlis: Sang Guru Tercinta
Saya Riza Firnanda, ingin menyampaikan sesuatu kepada guru tercinta, Dr. KH. Achmad Mukhlis. Saya minta maaf, karena Ketika hari guru saya tidak bisa memberikan apapun kepadamu. Saya saya katakan padamu bahwa engkau guru favorit saya di Islamic Boarding School Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning. Saya ucapkan terima kasih, karena telah mengajarkan saya tentang banyak ilmu agama. Saya menyadari tanpamu saya tidak akan bisa menguasai banyak ilmu agama.
Pak Kyai engkau adalah sosok yang menginspirasi diriku untuk belajar ilmu agama. Selaian luasnya ilmu agama saya masih teringat sikap ramah, sabar dan ramah hati. Selain itu kami perlu untuk meniru sifat dermawan, ketika saya melakukan kesalahan saya pernah engkau dimarahi. Meskipun saya mendapat amarah, saya menerima dengan ikhlas.
Ketika engkau mengajar ilmu agama, saya sangat senang karena bisa mengenyam banyak ilmu dan informasi agar meniti kepada jalan yang benar. Engkau mengajar beberapa kitab diantaranya kitab Sullamut Taufiq, Lubabul Hadist dan Hadist Arbain. Saya ucapkan terima kasih karena bisa mengubah nasib saya. Saya yang dahulunya tidak tahu tentang agama, saya bisa mengetahui ilmu agama. Saya rasa tanpamu saya tidak bisa belajar ilmu agama. Kini saya merasa ilmu agama sangat menyenangkan untuk dipelajari. Ketika belajar agama saya dan teman-teman diminta untuk menyimak. Karena saat engkau selesai mengajar seluruh santri diberi tugas untuk membuat power point atau konten.
Saat santri diminta membuat konten, masing-masing dari mereka disuruh memilih kelompok. Dalam satu kelompok harus ada tiga anak atau empat anak, tetapi saya memilih tiga anggota saja. Pada saat itu tugasnya membuat konten Hadist Arbain bab ketiga yaitu tentang rukun Islam dan hukum meninggalkan sholat. Sebelum membuat konten santri diminta berdiskusi dulu tentang konten yang akan dibuat.
Saya membuat konten menggunakan Hand Phonenya mbak Nada yang sangat cantik. Saya berkelompok dengan Nazilla dan Iin. Di konten tersebut saya pemeran pertama. Pemeran keduanya adalah Nazilla. Pemeran ketiganya adalah Iin. Isi konten tidak boleh menunjukkan wajah, karena itu dilarang. Tugasnya harus dikumpulkan kapan saja, tetapi terakhir mengumpulkan malam selasa. Saya dan teman-teman saya mengambil videonya selesai belajar pada materi malam. Dan kami mengedit pada malam harinya. Dikonten tersebut saya menggunakan video sinematik Padepokan Kyai Mudrikah Kembang Kuning dan sunset. Dan juga diberikan overlay.
Saya dan teman-teman mengedit sampai malam hari, sehingga saya merasa ngantuk dan berkepengenan untuk tidur. Saya rela untuk tidak tidur demi mematuhi perintahmu. Setelah selesai mengedit kemudian dikirimkan melalui saluran Whatsapp. Setelah mengirim kontennya, kemudian engkau memberikan umpan balik pada hasil konten yang sudah dikirim. Kemudian pada hari Ahad, Engkau menampilkan hasil konten dari masing-masing kelompok. Tetapi engkau bilang konten paling lengkap adalah konten kelompok saya.
Setelah selesai menonton video masing-masing kelompok, engkau langsung memulai pelajaran Hadist Arbain bab keempat, yang menjelaskan tentang proses diciptakan manusia di dalam perut ibu. Setelah selesai mengajar, engkau menyuruh anak-anak untuk membuat konten dirumahnya masing-masing. Dan engkau sampaikan bahwa tugas harus individu tidak boleh berkelompok. Karena hari rabunya anak-anak akan dipulangkan, untuk liburan Maulid Nabi Muhammad SAW. Dan harus dikumpulkan di Grup Whatsapp IBS PKMKK.
Ketika membuat konten setiap santri boleh dibantu oleh saudara atau orang tuanya. Dan kontennya harus diedit, agar tampak bagus. Engkau bilang kalau bisa kontennya diberi tulisan, tetapi sebagian besar santri tidak mengumpulkan, dikarenakan mereka tidak mempunyai HP. Tetapi ustadz mukhlis bilang kalau tidak punya HP bisa pinjam ke orang tuanya atau saudaranya, asalkan ada HP-nya. Engkau bilang kontennya harus dikumpulkan sebelum jam 17.00 Wib pada hari Kamis. Kemudian hari minggunya beliau bilang konten paling lengkap adalah kontennya Iin. Dikarenakan punya Iin sangat lengkap.
Kemudian hari minggu engkau mengajar lagi. Setelah selesai pelajaran engkau menyuruh anak-anak baca kitab ke depan satu-satu. Dan ada sebagian anak yang belum membaca kitab satu persatu. Sekarang masih akan ditagih. Terutama santri laki-laki banyak yang tidak membaca kitab satu per satu.
Semoga Engkau panjang umur, dipermudah dan diperbantak rezekinya. Semoga sehat wal afiat. Engkau adalah guru terhebat yang pernah kumiliki. Dan engkau adalah guru yang sangat berjasa dalam hidup saya. Engkau adalah guru yang sangat baik hati. Engkau adalah guru terbaik yang ada di IBS PKMKK.
Penulis: Riza Firnand